1. Mengintegrasikan Moda Transportasi Darat, Rel, dan Udara
DPRD Jabar menyuarakan perlunya integrasi penuh antar moda transportasi publik di seluruh wilayah provinsi. Mereka mengaspirasikan pembangunan stasiun terpadu yang menghubungkan angkutan aspirasidprdjabar.com kota, bus rapid transit (BRT), kereta komuter, dan bandara. DPRD mendorong sistem tiket terintegrasi menggunakan kartu single payment berbasis non tunai. Mereka mengkritisi masih adanya titik-titik transit yang tidak nyaman dan tidak aman bagi penumpang. Selain itu, DPRD mengusulkan pembangunan halte dengan fasilitas ramah disabilitas dan jalur khusus sepeda terintegrasi. Integrasi ini diharapkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi hingga 30 persen dalam lima tahun.
2. Mendorong Percepatan Pembangunan Kereta Api Ringan (LRT) dan Kereta Cepat
Aspirasi utama DPRD Jabar adalah percepatan proyek LRT yang menghubungkan Bandung, Cirebon, dan kawasan metropolitan lainnya. Mereka meminta pemerintah pusat dan provinsi menyelesaikan pembebasan lahan yang selama ini menjadi hambatan. DPRD juga mengusulkan jalur kereta api lama di selatan Jawa Barat diaktifkan kembali untuk angkutan penumpang murah. Selain itu, mereka mendorong studi kelayakan pembangunan kereta cepat rute Jakarta-Bandung-Tasikmalaya. DPRD mengawasi agar proyek ini tidak mangkrak dan menyerap tenaga kerja lokal. Mereka juga memastikan tarif kereta ringan terjangkau bagi masyarakat kelas pekerja.
3. Memperbaiki Sistem Bus Rapid Transit (BRT) dan Angkutan Umum Perkotaan
DPRD Jabar menemukan bahwa sistem BRT seperti Trans Metro Bandung dan Trans Pakuan masih belum optimal. Mereka mengaspirasikan penambahan armada, perpanjangan jam operasional hingga pukul 23.00, dan peningkatan frekuensi keberangkatan. DPRD mendorong penerapan jalur busway yang bebas dari kendaraan pribadi untuk memastikan ketepatan waktu. Mereka juga mengusulkan subsidi silang agar tarif angkutan umum di daerah terpencil tidak mahal. Selain itu, DPRD meminta evaluasi kinerja operator swasta yang mengelola angkutan kota (angkot) untuk diganti dengan sistem manajemen profesional. Langkah ini untuk mengakhiri praktik tarik menarik penumpang yang membahayakan.
4. Meningkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Transportasi Publik
Aspirasi DPRD Jabar berikutnya adalah standar keselamatan yang tinggi bagi semua moda transportasi publik. Mereka mengusulkan wajib uji berkala kelaikan bus dan angkutan umum setiap enam bulan. DPRD mendorong pemasangan kamera pengawas dan alat pembatas kecepatan (speed limiter) pada semua kendaraan umum. Mereka juga mengaspirasikan pelatihan berkala bagi sopir mengenai keselamatan berkendara dan penanganan darurat. Selain itu, DPRD meminta terminal dan stasiun dilengkapi dengan ruang ibu menyusui, toilet bersih, dan area tunggu yang teduh. DPRD akan mengawasi ketat implementasi perda tentang perlindungan penumpang dari kejahatan di transportasi umum.
5. Menggalakkan Transportasi Ramah Lingkungan dan Non Motorized
Sebagai bagian dari perbaikan sistem transportasi publik, DPRD Jabar mendorong penggunaan kendaraan listrik pada bus dan armada angkutan kota. Mereka mengaspirasikan pembebasan pajak kendaraan bermotor listrik untuk angkutan umum. DPRD juga mengusulkan pembangunan jalur sepeda yang aman dan terintegrasi dengan stasiun di kota-kota besar seperti Bandung, Bekasi, dan Depok. Selain itu, mereka mendorong penyediaan skuter listrik dan sepeda sewa di kawasan wisata dan pusat bisnis. DPRD meminta pemerintah provinsi memberikan insentif bagi masyarakat yang beralih dari motor ke transportasi umum. Mereka juga mengawasi realisasi anggaran fasilitas parkir andong (bike sharing station) yang selama ini diabaikan.